.: SMAN 1 Kedungwuni Pekalongan .:. Official Website :.

"PCC : Kenali, pahami, jauhi dan lindungi"

Sampai dengan hari ini, berita tentang kasus penyalahgunaan Paracetamol caffein carisoprodol (PCC) Masih sering kita jumpai baik di media cetak, televisi maupun media daring. Bahkan yang patut kita waspadai adalah kasus itu sudah ada di Pekalongan. ( http://m.liputan6.com/news/read/3113556/diduga-minum-pil-pcc-3-remaja-pekalongan-bertingkah-aneh).


Sejak medio September lalu, bermula dari hebohnya kasus di Kendari yang memakan korban sebanyak 76 orang, dan empat diantaranya meninggal dunia akibat mengonsumsi obat itu dicampur tramadol dan somadril.
PCC adalah obat yang termasuk dalam kategori obat keras. Obat ini memiliki kegunaan untuk menghilangkan rasa sakit.
Dalam kasus yang terjadi di Kendari, efek yang ditimbulkan menjadi sangat berbahaya bahkan sampai berujung pada kematian dikarenakan PCC dikonsumsi secara bersamaan dengan tramadol dan somadril. Carisoprodol mempunyai efek melemaskan ketegangan otot dan efek halusinasi, sama dengan somadril. Sedangkan tramadol berfungsi meredakan nyeri dengan efek mirip narkoba. Bisa dibayangkan jika ketiganya dikonsumsi secara bersamaan, apalagi sampai melebihi dosis. Akan muncul Perasaan gembira berlebihan (euforia), paranoid, hilang kesadaran atau kematian.
Perlu diketahui, pada tahun 2013 Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) telah mencabut izin edar semua jenis obat yang mengandung carisoprodol. Jadi dapat dipastikan obat tersebut tidak lagi bisa ditemukan di apotek seluruh tanah air. Obat-obat sejenis itu hanya bisa didapatkan dari pasar gelap atau secara ilegal, serta diproduksi oleh pabrik ilegal (tidak memiliki izin produksi & edar).
Biasanya Obat-obat ilegal tersebut dipasarkan melalui jaringan dengan sasaran ABG dan pekerja berat. Dan menurut informasi, obat-obat itu dijual dengan harga murah (masih dalam jangkauan pelajar).
Pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan obat, terutama obat semacam ini sangat ditentukan oleh komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. Seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu dalam mencegah beredarnya obat ilegal di tengah masyarakat. Semuanya harus menjalankan peran masing secara  maksimal untuk turut serta mensukseskan program kerja BPOM dan kementerian kesehatan dalam menyelesaikan kasus penyalahgunaan obat. Salah satunya melalui Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat atau disingkat Gema Cermat serta penerapan konsep Dagusibu obat yaitu Dapatkan, Gunakan, simpan dan Buang.
Ketika semuanya saling bersinergi untuk mencegah peredaran obat terlarang, saya yakin kasus-kasus penyalahgunaan obat terlarang dapat kita hilangkan dari Bumi Pertiwi ini terutama di Pekalongan kita tercinta, Sehingga generasi muda kita dapat terlindungi.
Salam.