.: SMAN 1 Kedungwuni Pekalongan .:. Official Website :.

Tradisi Lisan (kearifan lokal) Diperkenalkan ke Sekolah

Tradisi Lisan (kearifan lokal) Diperkenalkan ke SekolahKekayaan tradisi lisan Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang bangsa segera diperkenalkan kepada pelajar. Tujuannuya agar tradisi yang dimiliki bangsa tetap terjaga sebagai jati diri dan identitas Indonesia di era globalisasi. 

Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pudentia MPSS dalam acara ujicoba materi tradisi lisan dalam kurikulum SMA kepada guru dan dinas pendidikan di Universitas Haluoleo, Kendari, Minggu (4/12/2011), mengatakan, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mendukung pengenalan tradisi lisan yang dimasukkan dalam pelajaran bahasa Indonesia, seni, sejarah, dan muatan lokal. Uji coba dilaksanakan di Sulawesi Tenggara dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Tradisi lisan yang berkembang di tiap daerah sarat pendidikan karakter. Dengan mengenali dan menjaga tradisi, generasi muda bangsa diajak menjaga jati diri bangsa sekaligus bisa mengembangkannya untuk industri kreatif," kata Pudentia.

Menurut Pudentia, kekayaan tradisi lisan mesti diajarkan secara menarik pada generasi muda. Kepada mereka mesti diberi pemahaman bahwa tradisi itu bukan masa lalu, namun menjadi bagian keseharian.